TUGAS PAK WARDI


MEMASANG KONEKTOR SERAT OPTIK


Terminasi adalah sebuah teknik memasang konektor di ujung kabel FO. Istilah terminasi tidak jauh berbeda dengan istilah crimping. Jika istilah crimping digunakan untuk kabel ethernet, maka terminasi adalah istilah untuk kabel FO. Sebelum mulai menjelaskan cara melakukan terminasi kabel FO, sebelumnya saya akan paparkan beberapa alat yang digunakan dalam terminasi ini. Yaitu:


1.   Kabel FO yang akan diterminasi
2.   Konektor (yang digunakan disini adalah konektor SC)
3.   Tang Crimping khusus kabel FO
4.   Lem konektor
5.   Pengering lem
6.   Amplas
7.   Koin pengamplas
8.   Bolpen pemotong core
9.   Scope kit (mikroskop)
10. Suntikan
11. Alkohol dan tisu
12. Lakban untuk menempelkan sisa potongan core

Berbeda dengan crimping untuk kabel ethernet, terminasi kabel FO membutuhkan waktu yang lebih lama dan tool yang lebih banyak. Jika anda membeli sebuah termination toolkit, niscaya anda akan mendapatkan alat-alat nomor 3 hingga nomor 9.

Setelah perangkat siap. Kita bisa mulai melakukan terminasi di tempat yang tenang dan terang dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Masukkan selongsong ujung konektor SC terlebih dahulu ke kabel. Hal ini sengaja dilakukan di awal untuk mengantisipasi kalau-kalau kita lupa. Jangan sampai konektor sudah menempel rapi di ujung kabel tapi selongsong konektor lupa kita masukkan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhyphenhyphenzQicWtm4JGL_s9oKfJ7vovFXgwAtGvXny_Emn6ZgsC83bPHXqbe5oe-hPd3HR-B_p6hb4oC3Y0fgVY9rNtxzk-W__7l75fsiHFuHaDJa8dv7yRIAxA7SST4jYcXdY257WV5b9KGUus/s320/1.JPG


2. Kelupas kulit luar kabel kurang lebih sepanjang 3 cm. Potong juga serabut pelindung kabel dan sisakan kurang lebih 5 mm. (Pada kabel indoor, hanya dua kulit yang perlu dikupas sebelum menemukan core FO)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7pqYzrlK-aUKia-v1bEgOxb5T5TjuqcqkygyXpePToVFXLIuMawc66AQ2mTxOZoCqKD2KpO_qQ8Lz0piduB0c4p-NA6ximm7ce1mnwrF2IpGGTiGQDeABh3YQi8WyMS0-1QBI0SJDjBs/s320/2.JPG

3. Kelupas kulit dalam kabel kurang lebih sepanjang 2 cm. Ketika mengelupas kulit bagian dalam, tangan yang memegang tang tetap lurus searah kabel, tidak membelokkan ke atas atau ke bawah agar kaca/core tidak patah. Juga dianjurkan untuk tidak mengelupasnya langsung sepanjang 2 cm, tapi dilakukan secara bertahap dan perlahan. Setidaknya dilakukan 3 kali pengelupasan (kira-kira setiap 7 mm) untuk mengelupas kulit dalam sepanjang 2 cm. Hal ini dilakukan agar tidak terlampau berat ketika melakukan pengelupasan. Karena kalau kulit kabel yang akan kita kelupas berat, otomatis kita akan mengeluarkan tenaga secara maksimal yang dikhawatirkan kita tidak bisa mengendalikan tangan kita tetap lurus searah kabel.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHy1wlqpGjRlF2zqdcUfu6ASfAb_8uRzWVZk5Biba056WNAcMuWAQpuEcbz_xaQQxv7Hf2cAehj7gnsIF7vd-dHEzs9-KxLbZXi8-9rUHShbG3pyu9MtEm0LiU6NyuOtu1-Dyetyou0Lw/s320/4.JPG

4. Masukkan lem ke dalam lubang tengah konektor. Untuk mempermudah, terlebih dahulu masukkan lem ke dalam suntikan. Setelah itu, dari lubang jarum suntik baru kita masukkan lem hingga terlihat warna kehijauan di ujung luar konektor (keramik).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXPdHM-gKGHF3KJ9wpBilv-_WRVooAcTNqv_7whgVJ7EJsxNeX4iL1fBw5rJFZ0D2HHZaFEbXf4eycthXzp_Of4zeMmCUPTEvo41DeIHkjUqqiUFcAE5FVokPLFtFLJmtfFn-mKVAmmcs/s320/6.JPG

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguc5I_5PVaxQtEC8i-BPUSQrHssktjBBIvXnf-7a-W6ugmLjJLSsRSAdVN5_QO78l8rMSXHJBQF1uZn0aE4PmsU4U1DYg1hLiCFrpZ05qJd41rMW9VpqSnbF2sz5OPA5ft9ngXg_3L2UU/s320/7.JPG

5. Bersihkan core kabel dengan menggunakan tisu yang mengandung alkohol. (Boleh juga dengan tisu biasa yang dibasahi dengan alkohol)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-eX9mXs7p8h2O5rDvpDux0W09SsMSaT4buZQ3pQnj9KAM9X_SdqHgUUSUwHtqwLn3_pEY1Au_-an1bG3_3e2seQB5FcZS6a0ejFrDHu1yK-4Kai-espXMG17e0Fyyulv_o5FgdJB5Dbo/s320/5.JPG


6. Keringkan core dengan pengering. Hal ini dilakukan agar lem yang ada di bagian dalam konektor segera kering jika bertemu dengan core yang sudah disemprot pengering. Ada dua jenis pengering yang bisa digunakan, yang berbentuk semprotan (seperti terlihat di gambar) atau yang berbentuk kuas.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN1IWTZ63-naTYhvbigs4_WJfUxeU72aFGorTiZG4rijerbkUBHda8WUBMUB0cU4_QK_9trFg0Ye8rp8ChzVPw0wXWKmPfC58AjDgxiloQQ479-QAAfo37DDtJ6KHRosrwKWm4AF0wJF4/s320/8.JPG

7. Masukkan core kabel ke dalam lubang konektor. Ketika memasukkan kabel, tangan kita harus terus bergerak hingga ujung core keluar dari lubang konektor. Jika tangan kita diam sedikit saja (kurang lebih 3 detik) kemungkinan core sudah menempel dengan konektor.
Karena lubang konektor yang kecil dan dikhawatirkan sulit untuk langsung memasukkan core ke dalam lubang konektor, mungkin bisa menggunkan teknik lain dengan cara memasukkan core terlebih dahulu ke dalam lubang konektor. Setelah core berhasil masuk ke dalam lubang konektor, oleskan pengering pada sisa core yang keluar dari lubang konektor. Setelah itu tarik kembali core ke dalam konektor agar pengering bisa bertemu dengan dengan lem. lalu segera dorong lagi core keluar konektor.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAg2t_tREO9GcsxQOU2ennKhrU4TJN2PxiURPIycHc0d7fF4sqcnTbUM271RzNkXJGsgc1qBEMJfZOFDNOWkn5JDhAjLrkjlQlC1g-TNSZLgtqFEyTsJnUUFhmZ5UwWnvyM7O-NdtXd_A/s320/9.JPG

8. Potong sisa core yang keluar dengan bolpen pemotong. Pada prakteknya istilah memotong core ini lebih dekat dengan mengiris core. Karena kita tidak langsung memotong kabel dengan pemotong, melainkan mengiris sisa core secara melingkar mengikuti silinder core. Yang perlu diperhatikan adalah, iris sisa core secara perlahan agar tidak langsung putus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEislStL3pEn0NPH0Ui7G_71kXq2sCvYhWoDXJOPSBS2EFJXKgjDSDeQEZAhGsP18Df2Agb5srtzWYPtvo1wF7hyphenhyphenjV6C7Lreavg6bTkK6j5pb7lErrLxseiYMo15it5zufMY3IPcg7STYMU/s320/10.JPG

9. Jika sudah selesai diiris dengan pemotong, selanjutnya mengambil sisa core tadi dengan tangan. Ya dengan tangan. Jika core sudah terpotong ketika kita mengirisnya dengan menggunakan pemotong, kemungkinan core akan patah di dalam konektor. Tapi jika sisa core kita cabut, maka core akan patah di luar konektor. (Sisa potongan core HARUS dibuang dengan baik, jangan sampai sisa potongan core yang terbuat dari kaca itu melukai atau masuk ke tubuh anda/orang lain.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimJWOI6DVoQ5ZpEg-MnnnSNT0XXX9lWUFAdweRXXnpB_TOBxfZlI8KHu4TRvdBexZn-Nl8ibXA9Mm3Lh8qBjebfnfX1KTzlKuVjdHHlCiwDLLUH5RpZoU0OeVHV0DebPfux2nxfF2akyo/s320/11.JPG

10. Setelah selesai dipotong, masih tersisa sedikit core di permukaan keramik. Langkah selanjutnya, kita akan merapikan sisa potongan core dengan menggunakan amplas khusus kabel FO. Ada dua tahapan mengamplas untuk menghasilkan terminasi yang bagus. Tahap pertama adalah mengamplas lembut sisa core dengan cara menggerakkan amplas pada keramik konektor dengan tekanan yang lembut. Hal ini dilakukan kurang lebih selama 10 detik.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA7m8-HBZbseZ7nmRYjLXyJjYlv3ENUobSlSRuiulUGwNWMOdNYQXgHRKhjXi0vAlscZorxPCWe5FGOa9oIEZtrmBdT16PHwamQAIuHKomuBf-UOEuAxnd8XSGi_cEkx2S6oqgd1EZMxg/s320/09.JPG

11. Jika sudah diamplas lembut, selanjutnya diamplas sempurna hingga tiada lagi sisa core di permukaan keramik. Caranya, letakkan sebuah alas yang lembut (seperti mousepad) diatas bidang rata, kemudian letakkan amplas FO diatasnya. Masukkan konektor ke dalam koin pengamplas, lalu pegang konektor kabel dan gerakkan sehingga membentuk angka 8, agar seluruh permukaan keramik teramplas sempurna. Lakukan hal ini kira-kira 20 detik. Setelah selesai, coba perhatikan permukaan keramik konektor. Hasil mengamplas yang bagus akan menghasilkan permukaan keramik yang rata dan halus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_3uPF-gSuW23wpubMgVfYr3SReOwHe4lkSAv2i6-l9NxyoGJxIcy9gh92v7AbAGtHeoEhNAEHJZSLBdaQ-ce-aEhJ5NJw1X5S04_U8h4cGdogIvsS5PnT0o0bkz-DvyM9DJgG7YXUQdM/s320/10.JPG

12. Lakukan pengujian hasil terminasi dengan menggunakan mikroskop khusus. Jika di dalam mikroskop tampak sebuah lingkaran bulat sempurna bisa dipastikan terminasi berjalan dengan baik. Jika yang tampak adalah lingkaran tidak sempurna (hanya separo, atau ada yang cuil, atau ada lubang putih di dalam lingkaran hitam), kemungkinan besar anda harus melakukan terminasi ulang.
 
13. Langkah terakhir. Tutup ujung konektor dengan rumah konektor
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjADJAFOOt60ZBMzYiijcNRfJIdRnvbiYpWzRJQf7wdRO8E0b2dDnFvx4_XZU9X4YeeSAw2V_FY3AGwDTEEmzY0t-3nBd6mnw-p9WLpOq_SswZPbxKzLchi7jVMzreG9JL0-eQIA6a1Is/s320/11.JPG
Kabel FO telah selesai diterminasi. Jika kabel tidak langsung ingin digunakan, sebaiknya ujung konektor ditutup dengan plastik penutup permukaan keramik konektor.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_YA0zFJNce3ID48dKElckRbTd6qL_wcMe87I2NYh-G74Wd7XYbNJ0Fw_Fj2QOLmm9h2LPBhXBQ3qNcZaCgAi94NSqmbWKVzvCqNPIx4-6t6jSHotdfe-8WlzaSv2xCznkUdBl_Db_fT8/s320/12.JPG


Diantara sekian banyak video tutorial cara terminasi kabel FO, saya temukan satu yang menurut saya paling baik.












Pemeliharaan Perangkat dan Jaringan Kabel Optik

A .Pemeliharaan Rutin
Agar perangkat maupun jaringan kabel fiber optic dapat digunakan kapan saja, dan tahan lama maka perlu diadakan pemeliharaan rutin. Pemeliharaan rutin ada 2 macam, yaitu :
  • Pemeliharaan perangkat SKSO / OLTE
  • Pemeliharaan jaringan kabel optik
A.1. Perawatan Rutin Perangkat SKSO / OLTE, terdiri dari :
*Pemeliharaan Harian : Check-list Perangkat OLTE.
*Pemeliharaan Mingguan
Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemeliharaan setiap  minggu satu kali yang meliputi pengecekan, pengetesan, dan pembersihan fisik antara lain sebagai berikut :
  1. Alat sambung kabel serat optik (splicer).
  2. Alat ukur kabel serat optik (OTDR).
  3. Generator Set.
  4. Mobil SKSO.
  5. Alat komunikasi (Talk Set).
  6. Power Meter.
  7. Sarana penunjang lainnya.
*Pemeliharaan Bulanan :
Selain pemliharaan harian dan mingguan , dalam SKSO juga terdapat pemeliharaan bulanan , yang meliputi :
1)       Pengecekan Manhole/Handhole
Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya air/ lumpur pada Manhole/ Handhole dan menghilangnya tanda-tanda yang terdapat pada kabel pada Manhole/ Handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Bersihkan/kuras Manhole/ Handhole yang terdapat pada titik sambung kabel optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.
  2. Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.
  3. Cek kondisi kabel dan penyangga kabel beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang/ terlepas segera diperbaiki/ diganti.
  4. Mengganti tanda pada kabel jika tanda pada kabel yang sebelumnya hilang, untuk mempermudah mengetahui jenis kabel yang ada pada Manhole/ Handhole tersebut.
  5. Cek kondisi tutup Manhole/ Handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera diganti/ dicat ulang.
  6. Sehabis bekerja pada Manhole/ Handhole jangan lupa menutup kembali tutup Manhole/ Handhole dengan rapat dan sempurna.
  7. Memberi tanda berupa patok pada Manhole/ Handhole yang berada pada posisi rawan, persawahan dan perbukitan.
2)       Patroli Kabel Serat Optik Tanah (Buried Cable)
Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel optik dapat diketahui sedini mungkin perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :
  1. Cek pipa besi galvanis jembatan kabel pada penyeberangan sungai.
  2. Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.
  3. Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel, apabila terdapat hal-hal yang membahayakan kabel serat optik, misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/ PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan.
  4. Cek lokasi Manhole/ Handhole tempat sambungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dilaksanakan langkah pengamanan.
  5. Mengganti tanda rute kabel yang berupa patok apabila patok yang lama hilang/rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
3)       Patroli Kabel Serat Optik Udara (Aireal Cable)
  1. Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel serat optik, bila membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan.
  2. Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di Handhole, bila membahayakan perlu dilakukan pengamanan.
  3. Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusuri rute kabel sejauh 7 km/hari, agar situasi kabel dapat diketahui sedini mungkin..
4)       Pengukuran tegangan input maupun output perngkat OLTE
*Pemeliharaan 6-Bulanan :
Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun yang meliputi :
  1. Mendeteksi penigkatan loss kabel (dB/km).
  2. Mendeteksi peningkatan loss pada titk     sambung.
  3. Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).
  4. Pengukuran Optical Output Power OLTE
*Pemeliharaan Tahunan    :
  1. Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang Idle.
  2. Alarm test.
  3. Pengukuran Sensitivitas dan Margin Receiver
A.2. Pemeliharaan Rutin Jaringan Kabel Optik :
*Pemeliharaan 2 – Mingguan :
  1. Patroli Jarkab Optik Kabel Udara.
  2. Patroli Jarkab Optik Kabel Tanah.
  3. Patroli Jarkab Optik Kabel Duct.
*Pemeliharaan 6 – Bulanan      :
Pengukuran Core Optik yang Idle meliputi :
  1. Kontinuitas Fiber Optik ( OTDR ).
  2. Redaman total antar terminal ( Laser Source dan Power meter ).
B. Pemeliharaan Dadakan
Pemeliharaan dadakan juga dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Pemeliharaan Dadakan Perangkat SKSO / OLTE.
Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi ganguan sistem). Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti.
  1. Pemeliharaan Dadakan Jaringan Kabel Optik.
Pemeliharaan dadakan pada kabel serat optik terjadi apabila kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel serat optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu terkena senapan angin, gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, dan kegiatan masyarakat.








Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital.
Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar.
Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu serat optik, sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection.
Kabel Serat Optik

Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core.
Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core.
Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.
Detil core kabel serat optik
Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT).
Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras).
Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.
Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.
Untuk apa dikupas?
Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-modedan single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.
Pulsa cahaya serat optik multi-modePulsa cahaya serat optik single-mode
Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.
OTB wallmount
OTB rackmount
Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).
Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing.
Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.
Berbagai jenis konektor kabel serat optik
Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macamkonektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.
Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.
Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal.
Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).










CARA INSTAL ACCES POINT
 
Pada artikel ini akan dijelaskan tentang instalasi perangkat access point.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Letakkan Access Point pada tempat yang optimum, biasanya berada di tengah-tengah
dan line of sight dengan PCs maupun wireless accessories (adapter dan router).
2. Tempatkan antenna pada posisi dimana antenna mampu mengover wireless network dengan baik. Normalnya, performansi yang paling baik adalah antenna diletakkan pada tempat yang lebih tinggi.
3. Hubungkan AC power adapter ke socket power Acces Point.
4. Hubungkan ujung kabel UTP straight ke Access Point dan ujung kabel lainnya ke switch.
5. Klik Start, Connect To, lalu pilih Show All Connection pada komputer.
6. Klik kanan pada Local Area Connection lalu pilih Status
7. Klik Properties pada Local Area Connection Status, Lalu klik properties pada Internet Protokol TCP/IP.
8. Setting IP Address komputer anda dengan IP 192.168.1.2 subnet mask 255.255.255.0 dan default gateway 192.168.1.1
9. Buka net browser (Internet Explorer, Opera, Mozilla) dan pastikan proxy pada net browser anda kosong.
10. Ketik 192.168.1.1 dalam Address field net browser. 192.168.1.1 merupakan IP address default dari Access Point Linksys ini.
11. Ketik admin pada username dan pada password (username dan password default Access Point Linksys ini adalah admin)
12. Setting tab setup seperti dibawa ini :
Internet Setup
- Internet Connection type : Automatic Configuration – DHCP
- Optional Setting
- Router Name : WRT54G (default)
- Host Name : (kosong)
- Domain Name : (kosong)
- MTU : Auto (default)
Network Setup
- Router IP :
- Local IP Address : 192.168.1.1 (default)
- Subnet Mask : 255.255.255.0
- Network Address Server Setting
- DHCP Server : Enable (Access Point memberikan alamat IP pada masing-masing Host secara otomatis)
- Starting IP Address : 192.168.1.100 (IP yang akan diberikan dimulai dari 192.168.1.100)
- Maximum Number : 50 (Jumlah host yang akan diberikan alamat IP of DHCP User oleh akses point dibatasi hanya 50 host)
- Client Lease Time : 0 (default)
- Static DNS 1,2,3 : 0.0.0.0 (default)
- WINS : 0.0.0.0 (default)
- Time Setting
- Time Zone : (GMT+07.00 Thailand, Rusia)
- Klik Save Settings

13. Klik Tab Wireless, lalu konfigurasi seperti berikut :
- Wireless Network Mode : Mixed (default Access Point yang akan support pada standard 802.11b dan 82.11g)
- Wireless Network Name : Lab Wireless (Nama Access Point yang akan (SSID) terdeteksi di jaringan wireless )
- Wireless Channel : 6-2.437 GHz (default kanal yang digunakan)
- Wireless SSID Broadcast : Enabled (SSID akan dibroadcast ke jaringan wireless)
14. Klik Save Settings.


0 komentar:

Posting Komentar